Kamis, 01 Januari 2015

Efektifkah ?

sumber gambar: http://kelimecik.com/?q=efektif&efektif.html

Sebelum melangkah ke pembahasan, izinkanlah penulis untuk mengajukan pertanyaan yang dapat kita renungkan bersama. Pertanyaan tersebut adalah apakah berbagai hal yang telah dikerjakan hari ini, pekan ini, bulan ini, atau tahun ini efektif ? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita menyatukan konsep mengenai arti kata efektif. Efektif, menurut Peter Drucker, seorang pakar dalam bidang manajemen, adalah melakukan hal-hal yang tepat. Dalam tulisan ini, defenisi efektif yang digunakan adalah defenisi yang diberikan oleh Peter Drucker.

Efektif selalu berhubungan dengan efisien. Jika efektif adalah hal-hal apa yang tepat/ benar untuk dilakukan, maka efisien adalah bagaimana melakukan hal-hal yang tepat/ benar tersebut. Efisien berhubungan dengan metode untuk melakukan suatu pekerjaan (yang benar). Bagaimana cara mengerjakan sesuatu dengan waktu yang lebih sedikit, dan dengan hasil yang lebih bagus. Oleh karena itu, efektif dan efisien perbedaannya signifikan.

Perbedaan tersebut mencirikan apakah seseorang adalah seorang manajer atau pemimpin. Manajer dan pemimpin jelas berbeda. Manajer adalah orang-orang yang mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan efisiensi, sedangkan pemimpin adalah orang-orang yang mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan efektifitas. Pekerjaan seorang manajer berhubungan dengan metode-metode apa yang digunakan untuk mencapai suatu hasil, sedangkan pekerjaan seorang pemimpin adalah menetapkan hasil yang ingin dicapai. Pekerjaan seorang pemimpin berkaitan dengan filosofi hidup, nilai, dan tujuan sehingga pekerjaan seorang pemimpin seringkali mengarahkan orang-orang.

Setelah membahas makna efektif dan efisien, kita kembali ke pertanyaan yang diajukan pada awal tulisan ini “apakah berbagai hal yang telah dikerjakan hari ini, pekan ini, bulan ini, atau tahun ini efektif ?”. Menurut Stephen R Covey, dalam bukunya yang berjudul “Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif”, aktifitas dapat dibagi menjadi empat kuadran, yaitu penting dan mendesak yang berada pada kuadran I, penting tapi tidak mendesak yang berada pada kuadran II, tidak penting tapi mendesak yang berada pada kuadran III, dan tidak penting juga tidak mendesak yang berada pada kuadran IV. Pertanyaan mengenai efektifitas suatu aktifitas, berada pada kuadran II, penting tapi tidak mendesak. Aktifitas kuadran II berhubungan dengan hal-hal yang tidak mendesak, namun penting.

Kita pasti sepakat bahwa kategori penting untuk setiap orang, berbeda-beda. Seorang mahasiswa misalnya, menganggap bahwa aktifitas membaca adalah sangat penting, sedangkan seorang tukang becak mungkin menganggap aktifitas tersebut tidak penting (dalam konteks pekerjaan/ profesionalitas). Seorang atlet, menganggap bahwa aktifitas olahraga sangat penting, sedangkan seorang ahli kimia mungkin menganggap aktifitas tersebut tidak penting (masih dalam konteks pekerjaan/ profesionalitas). Dalam konteks pribadi pun, demikian.

Berhubungan dengan pemberian kategori apakah suatu aktifitas penting atau tidak penting, Stephen R Covey menyarankan agar kita menulis naskah hidup kita (istilah naskah hidup dapat diartikan sama dengan visi hidup). Penulisan naskah hidup bertujuan untuk mengembangkan kesadaran diri, agar kita menjadi ciptaan diri kita sendiri. 

Jika kita melihat di sekeliling kita, ada banyak orang sukses, namun ia mengorbankan hal-hal yang sebenarnya lebih penting atau mengabaikan prinsip/ hukum alam, sehingga kesuksesan yang telah diraihnya tidak sepadan dengan apa yang telah dikorbankannya. Seperti misalnya seorang ilmuan yang baru saja menciptakan suatu penemuan dan penemuannya telah dipatenkan. Dalam mencapai kesuksesannya , ia mengisi hari-harinya dengan bereksperimen di laboratorium selama bertahun-tahun, tanpa bersosialisasi. Dalam karirnya, ilmuan tersebut memang sukses, namun ia melanggar hukum alam, manusia adalah makhluk sosial, sehingga kesuksesan yang telah diraihnya tidak sepadan.

Terkadang, kita tidak sadar bahwa diri kita yang sekarang adalah ciptaan dari lingkungan, bukan ciptaan kita sendiri. Terdapat sebuah prinsip bahwa segalanya diciptakan dua kali. Penciptaan pertama, yaitu penciptaan dalam alam fikiran, dan penciptaan kedua adalah penciptaan fisik atau realisasinya. Kita dapat mengambil contoh pada pembangunan sebuah rumah. Sebelum membangun rumah, terlebih dahulu rumah tersebut diciptakan dalam bentuk blue print (cetak biru), kemudian berdasarkan cetak biru tersebut, rumah direalisasikan. Prinsip ini juga sering digunakan oleh para atlit untuk memenangkan sebuah pertandingan. Sebelum bertanding, sebelum benar-benar menang, ia terlebih dahulu menciptakan kemenangan di alam fikirannya. Jika kita tidak menciptakan diri kita sendiri, maka sadar atau tidak sadar, lingkungan lah yang akan menciptakan kita.

Penulisan naskah hidup, meliputi apa yang benar-benar penting dalam hidup ini. Karena setiap individu memiliki hal penting yang berbeda-beda, maka hal tersebut yang membuat tiap pribadi menjadi berbeda-beda, atau unik. John Medina, seorang yang juga berkecimpung dalam bidang neurologi, mengatakan bahwa tiap individu memiliki struktur otak yang berbeda-beda, tidak ada yang sama persis. Ia melanjutkan bahwa dua orang anak yang terlahir kembar pun tidak memiliki struktur otak yang sama persis. Struktur otak terbentuk dari kebiasaan, sehingga struktur otak seorang supir taksi berbeda dengan struktur otak seorang supir pete’-pete’, walaupun keduanya sama-sama tukang supir. Kebiasaan yang berbeda-beda, membuat struktur otak tiap individu juga berbeda-beda, membuat tiap pribadi menjadi unik.

Kembali ke empat kuadran waktu. Jika kita telah mengetahui apa yang benar-benar penting dalam hidup bagi kita, tentu aktifitas-aktifitas yang berkategori penting sudah diketahui pula, karena kita telah memiliki patokan. Aktifitas-aktifitas yang berkategori penting merupakan penjabaran dari apa yang benar-benar penting dalam hidup (visi hidup). Jadi, aktifitas efektif adalah aktifitas yang berhubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan visi hidup yang telah dibuat, sehingga pertanyaan di awal tulisan ini dapat disederhanakan menjadi “apakah berbagai hal yang telah dikerjakan hari ini, pekan ini, bulan ini, atau tahun ini sesuai dengan visi hidup yang telah dibuat ?”. Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.